Putin Sukses Sapu Suara Di Pilpres

Dubes Tavares Berharap RI-Moskow Makin Mesra

Dubes Indonesia untuk Rusia Jose Antonio Morato Tavares. (Foto: Kartika Sari/RM)
Dubes Indonesia untuk Rusia Jose Antonio Morato Tavares. (Foto: Kartika Sari/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka – Seperti yang sudah diproyeksi sebelumnya, hasil Pemilu Presiden (Pilpres) tidak mengejutkan dunia. Calon presiden (Capres) incumbent Vladimir Vladimirovich Putin, menang besar. Yang mengejutkan, Pilpres di Rusia berlangsung aman, damai, fair, transparan dan menghibur. Pesta demokrasi yang fun, dan asyik. Mungkin cuma di Rusia yang rakyatnya langsung pergi ke pesta atau festival setelah mencoblos.

Berdasarkan hasil penghitungan sementara Central Commission Election (CEC) atau Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rusia, Selasa, 19 Maret 2024, semua suara sudah berhasil dihitung. Hasilnya: Capres incumbent Vladimir Putin sukses menyapu suara dengan perolehan 87,3 persen atau 76,1 juta suara.

Putin menang besar dan jauh meninggalkan ketiga lawannya. Yaitu, Nikolay Kharitonov dari Partai Komunis atau Communist Party of the Russian Federation (CPRF) yang juga Ketua Komite di Duma (Parlemen Rusia), berada di peringkat kedua dengan meraup 4,31 persen atau 3,76 juta suara.

Sementara itu, Vladislav Davankov dari New People’s Party yang juga Wakil Ketua Parlemen Rusia, nangkring di peringkat ketiga dengan perolehan suara 3,85 persen atau 3,3 juta. Sedangkan Leonid Slutsky dari Liberal Democratic Party of Russia (LDPR), berada di posisi buncit alias menjadi juru kunci dengan meraih 3,2 persen atau 2,79 juta suara.

Masih menurut data CEC, total jumlah pemilih dalam Pilpres kali ini sebanyak 77,44 persen atau 87,1 juta orang dari 114 juta warga Rusia yang punya hak pilih. Dengan demikian, dapat dipastikan Presiden Putin menang besar walaupun CEC baru akan mengumumkan hasil final pada 21 Maret 2024.

Hasil Pilpres ini pun membuat Pemerintahan Putin makin kuat dan kokoh. Karena dalam Pilpres 2018 lalu, Putin menang dengan meraih suara 77,5 persen dengan jumlah pemilih 67,5 persen.

Pemenang Pilpres yang berlangsung selama tiga hari (15-17 Maret), dijadwalkan akan dilantik pada 7 Mei 2024. Beberapa kepala negara seperti Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dan Pangeran Salman dari Saudi Arabia, bahkan sudah mengucapkan selamat kepada Putin.

Kepada Wartawan Rakyat Merdeka/RM.id Kartika Sari yang diundang Pemerintah Rusia sebagai salah satu oberserver Pilpres, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Rusia merangkap Belarus Jose Antonio Morato Tavares, berbagi cerita mengenai Pilpres di Rusia dan kerja sama kedua negara. Menurut Dubes Tavares yang ikut mengamati langsung proses demokrasi ini, Pemilu berjalan baik dan lancar.

“Menurut saya, Pilpres kemarin sangat transparan dan demokratis. Semua orang memberikan suaranya. Saya melihat ini sebagai sebuah momen demokrasi bagi rakyat Rusia untuk menyampaikan dukungan atau pilihannya terhadap satu kandidat Presiden. Saya sih melihat ini sesuatu yang sangat baik,” kata Tavares di Wisma Duta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow, Senin (19/3/2024) malam.

Malam itu, Dubes Tavares mengundang Rakyat Merdeka untuk ikut berbuka puasa bersama para delegasi Indonesia dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemprov Jawa Barat, Bupati Lampung, Belitung dan lainnya. Mereka datang ke Moskow untuk mengikuti event Moscow International Tour & Travel (MITI).

Dubes Tavares yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN itu berpendapat, dukungan rakyat Rusia terhadap pemerintahan Presiden Putin sangat tinggi.

“Saya melihat, sepertinya rakyat Rusia berada di belakang pemimpinnya (Presiden Putin-red) untuk kembali memimpin negara mereka ke depan,” ujar diplomat yang sebelumnya pernah bertugas di Markas Uni Eropa di Brussels, Belgia dan KBRI di Prancis dan KBRI di Selandia Baru.

Bagaimana sikap rakyat Rusia setelah negaranya menyerang Ukraina? Tavares menjawab, dukungan rakyat Rusia terhadap Pemerintahan Putin malah semakin tinggi. “Dan hal itu tergambar dari hasil Pemilu,” katanya.

Lalu, dengan kemenangan Putin dalam Pilpres ini, bagaimana arah kebijakan luar negeri Rusia, terutama terhadap Indonesia? Tavares optimistis, Presiden Putin akan tetap menjaga hubungan baik dengan Indonesia. Dia juga berharap, hubungan kerja sama kedua negara baik di bidang politik, ekonomi, pertahanan, pendidikan maupun kebudayaan dan lainnya, akan semakin mesra.

“Saya sih menyarankan kepada Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan hubungan baik dengan Rusia dalam berbagai bidang yang saling menguntungkan,” ujarnya.

“Kita tidak mengambil posisi ikut-ikutan untuk memusuhi dan mengisolasi Rusia karena Indonesia menganut kebijakan politik luar negeri yang bebas aktif. Kita berhubungan baik dengan semua negara untuk berdialog, berdiplomasi, bernegosiasi, menjadi bagian dari solusi dari setiap permasalahan yang ada. Bukan mengambil jalan isolasi. We are for engagement, not isolation. Kita tidak harus jadi musuh, dari musuh orang lain,” imbuhnya.

Lalu, bagaimana sikap Indonesia atas invasi Rusia terhadap Ukraina? Menurut Tavares, pada prinsipnya Indonesia sudah menyampaikan pandangan melalui Menlu Retno Marsudi, termasuk menyampaikan “Tentu saja kita tidak setuju kalau satu negara yang berdaulat diserang oleh negara lain. Jadi posisi kita sudah jelas. Dalam Resolusi PBB, kita voteagainst (voting menentang) aksi militer Rusia ke Ukraina. Tetapi tidak berarti bahwa kita harus ikut mengucilkan Rusia,” ungkapnya.

Pemilu Damai & Riang

Berdasarkan pengamatan Rakyat Merdeka langsung di lapangan, Pilpres Rusia berjalan lancar, aman, damai, transparan dan fair. Stigma bahwa Rusia Bukan negara demokratis dan Pilpres bakal diwarnai kecurangan, sejauh pengamatan Rakyat Merdeka di berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS), tidak terbukti.

Rakyat Merdeka bersama delegasi dari Austria, Bulgaria, Sri Lanka, Kazakhstan, Moldova Serbia dan Guatemala, mendapat kesempatan mengikuti proses pesta demokrasi ini di Kota Ufa, Ibu Kota Republik Bashkortostan dan Kota Ishimbay selama tiga hari (15-17 Maret 2024). Rakyat Merdeka satu-satunya jurnalis di group delegasi ini. Yang lainnya adalah anggota parlemen, konsultan, LSM, lembaga think-tank, pakar politik dan scientist.

Salju tebal dan dinginnya udara di kedua kota itu minus 10 derajat celcius, tak menghilangi minat warga untuk datang ke TPS. Aneka hiburan seperti musik, tarian, aneka camilan dan hadiah kecil lainnya, disajikan di beberapa TPS kepada warga yang datang mencoblos. Dibalut jaket tebal, topi dan sarung tangan, warga di Kota Ufa dan Ishimbay tampak riang dan santai saat mencoblos.

Saat berkunjung kantor Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Kota Ufa, delegasi juga melihat langsung dari layar besar yang menampilkan suasana di sejumlah TPS secara online dan update yang terekam CCTV. Pihak Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) bersama Bawaslu setempat, bekerja sama memasang CCTV di ribuan TPS. Mereka langsung memonitor jika ada masalah, ketidaktransparanan, kecurangan atau kekacauan di semua TPS, sehingga bisa langsung melakukan tindakan.

Untuk pertama kalinya, pemilih Rusia yang tidak bisa hadir secara fisik ke TPS, juga bisa mencoblos secara online. Dan bagi warga yang sedang dirawat di rumah sakit, juga bisa ikut mencoblos karena petugas Pemilu mendatangi mereka. Bahkan para tahanan atau narapidana pun, tetap punya hak suara. Mereka didatangi petugas Pemilu, sehingga bisa mencoblos dari bilik jeruji besi.

Selain itu, masyarakat juga bisa ikut mengecek proses hasil penghitungan suara secara online di berbagai platform yang dibuat penyelenggara Pemilu.

Pada malam terakhir pencoblosan, tepat pukul 8 malam waktu Kota Ufa, Rakyat Merdeka dan Tim Observer hadir menyaksikan penutupan TPS berikut hasil penghitungan suara di sebuah gedung sekolah. Panitia di TPS tersebut, tampak sibuk mengumpulkan berkas hasil rekapitulasi. Selanjutnya, berkas hasil penghitungan suara dimasukkan ke dalam mesin yang secara secara otomatis mengirimkan hasil rekapitulasi setiap TPS ke data base pusat penghitungan suara KPU.

Suasana malam itu berlangsung seru. Wajah panitia di TPS yang mayoritas perempuan, tampak lega dan happy setelah bekerja keras nonstop selama proses pencoblosan berlangsung. Mereka pun menggelar pesta kecil-kecilan bersama delegasi observer dengan meminum champaign dan makan cokelat. Tak lupa, mereka menyanyikan lagu kebangsaan Rusia yang berjudul Gosudarstvennyy Gimn Rossiyskoy Federatsii berdansa. Acara diakhiri dengan melakukan “Tos” yg dalam bahasa Rusia: “Salut” sambil memegang gelas champaign. Ya, beginilah menyaksikan keseruan pesta demokrasi di Rusia, yang kini jadi musuhnya Amerika Serikat dan negara-negara Barat.https://cingengkali.com/wp-admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*