Kian Agresif Ekspansi Ke Timteng

BSI Patok Dirikan Tiga Kantor Cabang Di Saudi

Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin didampingi Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi (kiri), secara simbolis menyerahkan santunan untuk 3.333 anak yatim di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Selasa (19/3/2024). Foto: AMA/RAKYAT MERDEKA/RM.ID
Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin didampingi Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi (kiri), secara simbolis menyerahkan santunan untuk 3.333 anak yatim di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Selasa (19/3/2024). Foto: AMA/RAKYAT MERDEKA/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka – PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI kian agresif ekspansi ke kawasan Timur Tengah (Timteng). Teranyar, bank masuk dalam daftar Top 10 Global Islamic Bank tersebut, akan mendirikan tiga kantor cabang di Arab Saudi.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi menjelaskan, BSI yang melayani ekosistem haji dan umrah mengelola perputaran dana hampir Rp 90 triliun tiap tahun. Sehingga, hal tersebut menuntut adanya layanan optimal di negara-negara tujuan haji dan umrah di Arab Saudi, seperti Mekkah, Madinah dan Jeddah.

Dana perputaran Rp 90 triliun itu dipakai untuk bayar tiket, akomodasi hotel, makan, visa, kesehatan dan sebagainya.

“Dana tersebut tidak hanya dihabiskan di Indonesia, tapi juga di Arab Saudi, yaitu Mekkah, Ma­dinah dan Jeddah,” kata Hery saat ditemui dalam acara Santunan 3.333 Anak Yatim 2024 di Ja­karta, Selasa (20/3/2024) malam.

Hal itu menjadi dasar BSI untuk mendekatkan diri dan memiliki cabang di Arab Saudi. Saat ini BSI sedang mengajukan izin untuk mendapat persetujuan mendirikan cabang di Jeddah. Sambil jalan, BSI sudah menyiapkan kantornya.

“Kami nekat aja, karena izin belum ada tapi kantor sudah dibikin. Insya Allah yakin (dapat izin cabang baru). Karena kami datang dengan niat baik, dan BSI bank yang cukup prominent,” optimisnya.

Tak hanya di Jeddah, BSI juga berencana membangun kantor di Mekkah dan Madinah, guna mempermudah jamaah haji dan umrah. Ini mengingat jumlah jamaah umrah di Indonesia terus melonjak. Dalam satu tahun diperkirakan mencapai 1,2 juta nasabah.

Saat ini BSI baru menye­diakan layanan berupa help desk perwakilan di Madinah dan Jeddah, untuk membantu literasi serta edukasi jamaah Indonesia, bukan melayani aktivitas per­bankan. Hal ini lantaran belum adanya izin yang diberikan.

Ditegaskan Hery, rencana pendirian cabang BSI di Arab Saudi mendapatkan fully sup­port dari Pemerintah Indone­sia. Kerja sama ini merupakan kerja sama G2G (Government to Government) bukan lagi B2G (Business to Government).

Apalagi, imbuh mantan Wakil Direktur Bank Mandiri ini, Oto­ritas Jasa Keuangan (OJK) dan BI fully support. Bahkan OJK sudah tulis surat ke Arab Saudi, Menteri BUMN juga sudah tulis surat ke lembaga investasi Arab Saudi, Menteri Investasi dan Maritim juga sudah tulis surat.

“Semua membantu BSI. Terakhir, tinggal Pak Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin datang langsung ke sana untuk bantu,” ungkapnya.

Hery berharap, izin pendirian kantor cabang BSI di Jeddah bisa terwujud sebelum pelaksa­naan ibadah haji tahun ini. “Teta­pi prosesnya panjang. Karena kami kirim aplikasi ditanya ini kita jawab, sudah tiga kali bolak balik. Doain aja semoga lancar ya,” harapnya.

Sebelumnya, BSI telah meraih izin penuh pendirian kantor cabang di Dubai tahun 2023. Emiten berkode saham BRIS ini sudah bisa melakukan seluruh aktivitas perbankan, terutama untuk segmen bisnis korporasi (wholesales).

“Kami lihat tren pertumbuhan bisnisnya cukup bagus. Sekarang yang harus dilakukan itu memperkuat branding,” ujarnya.

Sebab, lanjutnya, belum banyak orang tahu kalau ada kantor cabang BSI di Dubai. Karena itu pihaknya ingin memperbanyak sign (tanda) atau petunjuk di luar gedung atau di bandara Dubai, atau di iklan di TV Dubai dan sebagainya.

Terkait hal ini, Pengamat Eko­nomi Syariah dari Universitas Indonesia (UI) Yusuf Wibisono menyatakan, langkah BSI yang terus agresif memperluas ekspan­si pasar syariah secara global, terutama di kawasan Timur Tengah, adalah hal yang positif.

Langkah tersebut, katanya, menjadi jalan bagi BSI untuk semakin memperbesar layanan perbankan syariah yang lebih menarik dibanding bank syariah global lainnya.

Sekaligus diharapkan, BSI mampu menarik banyak investor luar negeri untuk mengembangankan industri halal nasional ke depan.

“BSI harus bisa menyediakan layanan perbankan syariah yang semakin kompetitif,” kata Yusuf kepada Rakyat Merdeka, Rabu (20/03/2024).

Ia berpesan, agar BSI terus memperkuat pasar domestik. Karena indikator pemain utama bukan hanya soal aset saja.

“Maka untuk menjadikan bank syariah dalam negeri sebagai pemain global, agenda kebijakan terpenting adalah membesarkan industri per­bankan syariah nasional,” sarannya.

Santuni 3.333 Anak Yatim

BSI menggelar Santunan 3.333 Anak Yatim Tahun 2024 yang nilainya mencapai Rp 3 miliar. Pemberian santunan tersebut menjadi rangkaian milad BSI ke-3.

“Kami berharap melalui ke­giatan ini, BSI mampu mem­berikan dampak positif dan ke­manfaatan pada seluruh umat,” ucap Hery.

Hery juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Wapres Ma’ruf Amin dan para pemangku kepentingan, hingga bank yang digawanginya ber­hasil menjadi bank nomor lima terbesar di Indonesia.

Raihan impresif BSI ini an­tara lain ditunjukkan, hingga Desember 2023, penyaluran pembiayaan BSI di sektor ha­lal value chain tercatat hampir Rp 20 triliun, baik di subsektor makanan dan minuman halal, farmasi dan kosmetik halal, ataupun modest fashion.

Dalam periode yang sama, pertumbuhan aset BSI mencapai 15,67 persen secara tahunan, dan menjadi pertumbuhan terbesar di industri perbankan nasional. Begitu pula dengan laba tumbuh sebesar 33,88 persen secara ta­hunan. Dan menjadi salah satu yang terbesar di industri.

Karena itu kemarin meru­pakan momentum spesial untuk BSI setelah melewati tiga tahun pertama, sejak awal beroperasi.

“Kami bersyukur atas kinerja gemilang pada tahun lalu, yang diikuti dengan zakat perusahaan yang juga meningkat,” ujarnya.

Saat ini BSI tercatat sebagai perusahaan dengan zakat terbe­sar di Indonesia. Tahun ini, BSI menyerahkan Rp 222,7 miliar zakat perusahaan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), angka ini melesat 29 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Hadir di kesempatan yang sama, Wapres Ma’ruf menyam­paikan pesan, bahwa anak-anak sebagai penerus bangsa agar meneladani Rasulullah dan tingkatkan semangat belajar.

“Jadikanlah bulan suci Rama­dan sebagai momentum untuk lebih meneladani Rasulullah SAW,” ucap Wapres.

Sebanyak 1.500 anak yatim dari 30 yayasan panti asuhan di Jabodetabek (Jakara, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan Banten diundang hadir secara langsung di Assembly Hall Ja­karta Convention Center (JCC), Jakarta.

Sementara 1.833 anak yatim lainnya akan diundang oleh masing-masing Kantor Regional BSI di seluruh Indonesia. Wa­pres juga secara simbolis ikut memberikan kado THR (Tun­jangan Hari Raya) berupa uang tunai senilai Rp 300 ribu per anak dan bingkisan.https://mantrasungokong.com/wp-admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*