Guru SMP gunduli 19 siswi karena tidak mengenakan dalaman jilbab, pegiat HAM minta peraturan wajib jilbab dicabut

siswi jilbab

Seorang guru SMP Negeri 1 Sidodadi, Lamongan, Jawa Timur membotaki kepala 19 siswi kelas IX karena tidak mengenakan dalaman kerudung alias ciput. Pegiat HAM menyebut tindakan itu “paling intimidatif” dan mendesak agar dinas pendidikan segera mencabut peraturan wajib jilbab.

Salsa, salah satu siswi kelas IX yang rambutnya dicukur oleh gurunya akibat tidak mengenakan ciput, mengaku merasa sedih atas kejadian yang menimpanya.

“Enggak [ditegur], langsung dicukur. Dicukur bagian depan, semuanya,“ kata Salsa kepada wartawan Fahrudin Ainun yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Kepala Sekolah SMPN 1 Lamongan, Harto, mengatakan sekolah peraturan mengenakan jilbab bukan merupakan paksaan. Namun, karena ia klaim sekolah itu “100% Muslim”, maka para siswi mengenakan jilbab. https://cingengkali.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*