Sepanjang 2023, Reksa Dana Saham Boncos!

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan terakhir 2023, dengan penguatan sepanjang 2023 sebesar 6,16%. Namun sayangnya, kinerja reksa dana saham justru terlihat kurang menarik.

Berdasarkan data dari Edvisor.id, kinerja indeks reksa dana pendapatan tetap pada perdagangan Jum’at 29 Desember 2023 mengalami penguatan 5,46%. diikuti oleh reksa dana pasar uang di 4,14%, reksa dana campuran di 1,37%, dan saham di -2.93%.

Kinerja indeks reksa dana pendapatan tetap juga terpantau masih di atas beberapa indeks saham lain, sebut saja Indeks SRI Kehati.

Berkaca pada yield surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun di sepanjang 2023, yield sempat berada di angka 6,2% tepat pada saat aliran modal asing sebesar Rp 4,67 triliun pada Juli 2023. Yield yang turun menandakan kenaikan harga SBN, yang mana membuat kinerja reksa dana pendapatan tetap dengan underlying SBN ikut naik.

Sementara pada Oktober 2023, terjadi lonjakan yield US Treasury tenor 10 tahun sebesar 4,85% pada Jumat (27/10/2023). Lonjakan tersebut tentu berimbas pada yield SBN tenor 10 tahun yang pada saat itu sudah tembus 7,37%.

Kebijakan pemerintah AS yang menerbitkan utang baru di tengah imbal hasil yang tinggi juga ikut membuat investor beralih ke AS. Dan melihat imbal hasil US Treasury yang cukup tinggi, maka investor berbondong-bondong membeli obligasi pemerintah AS, meninggalkan obligasi di negara berkembang.

Seiring dengan berjalannya waktu, yield SBN pun terus menurun. Namun kinerja reksa dana pendapatan tetap masih belum bisa mengungguli IHSG pada 2023.

Saatnya beli reksa dana saham saat turun?

Reksa dana saham sejatinya bisa digunakan untuk investasi jangka panjang, sebut saja seperti untuk dana pensiun, pendidikan anak jenjang tinggi, dan lain sebagainya. Namun ketahuilah bahwa kinerja yang terlihat baik saat ini, tidak akan bisa dijamin sama di masa depan.

Selain itu, penting pula diketahui bahwa isi portofolio reksa dana saham dibuat untuk mengalahkan indeks acuannya, baik itu IHSG, LQ45, SRI-Kehati atau indeks lain.

Meski kinerja reksa dana saham yang tercermin dari indeksnya terbukti loyo di sepanjang 2023, tidak semua reksa dana saham memiliki kinerja yang buruk.

Ada masih bisa menggunakan instrumen ini untuk diversifikasi demi memaksimalkan keuntungan dalam investasi jangka panjang. https://lakbanhitam.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*