Lika-Liku Kripto di 2023, BTC Sentuh Rekor 1,5 Tahun Terakhir

Jakarta, CNBC Indonesia – Sepanjang 2023, pasar kripto mengalami fluktuasi harga bak roller coaster. Berbagai sentimen sangat berpengaruh pada pergerakan harga kripto tahun ini hingga akhirnya mengalami lonjakan ratusan persen dalam 12 bulan terakhir.

Dilansir dari Refinitiv, per 29 Desember 2023 bitcoin ditutup di angka US$41.927. Posisi ini jauh lebih tinggi dibandingkan pada 31 Desember 2022 yang ditutup di angka US$16.539.

Sedangkan jika dilihat perjalan bitcoin sepanjang 2023, bitcoin sempat berada di titik terendahnya di awal Januari di angka US$16.601 atau dengan kata lain telah terbang sekitar 168% hingga ke titik tertingginya pada 8 Desember 2023.

Tidak sampai disitu, market kapitalisasi pasar kripto juga mengalami kenaikan di akhir 2023. Di Desember 2023 bahkan sempat menyentuh angkat US$1,67 triliun hingga US$1,68 triliun. Posisi ini merupakan yang tertinggi sejak awal Mei 2022 atau sekitar 1,5 tahun terakhir.

Kripto Makin Perkasa di 2023 Meski Penuh Rintangan

Januari, Genesis Ajukan Status Bangkrut

Perusahaan penyedia pinjaman kripto, Genesis, mengajukan status bangkrut. Bandar kripto tersebut terimbas keruntuhan bursa kripto FTX dan penyedia pinjaman kripto lain, BlockFi.

Genesis Global Capital telah membekukan penarikan aset kripto nasabah sejak 16 November 2022, setelah FTX bangkrut. Mereka menyatakan aset dan kewajiban berkisar antara US$1 miliar hingga US$10 miliar dan 100.000 kreditur. Perusahaan induk Genesis, Genesis Global Holdco, mengaku memiliki dana tunai US$150 juta untuk mendukung upaya restrukturisasi perusahaan lewa penjualan ekuitas.

Kebangkrutan Genesis selaku lembaga yang penting cukup mengkhawatirkan pasar yang mencerminkan ketidakstabilan industri kripto dan berujung pada berbagai pertanyaan terkait kelangsungan kripto di masa depan.

Hal ini juga yang membuat bitcoin sebagai kripto terbesar di dunia berada di posisi terendah sepanjang 2023 yakni di level US$16.000an.

Maret, Bank di AS Bangkrut Hingga Kripto Jadi Pilihan

Awal tahun 2023 sistem keuangan global termasuk industri kripto terancam ambruk pasca keruntuhan dua bank yang ‘paling bersahabat dengan sektor crypto’ serta satu bank raksasa yang melayani klien startup teknologi dalam waktu kurang dari seminggu. Bank tersebut adalah Silvergate Capital, Signature Bank dan Silicon Valley Bank (SVB).

Kejatuhan bank-bank dengan paparan tinggi terhadap mata uang kripto tersebut terjadi selang beberapa bulan setelah kebangkrutan platform perdagangan pertukaran kripto bermasalah FTX.

Di lain sisi, pada Maret 2023, bank sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin (bps) ke level 4,75-5%. Hal ini memberikan kekhawatiran investor terhadap perbankan AS menjadikan momentum mata uang kripto untuk bangkit kembali.

Harga Bitcoin mengalami rebound dan menembus US$28 ribu. Kenaikan ini didorong oleh ketakutan akan keraguan terhadap sektor keuangan seperti kebijakan moneter, pengetatan regulasi, dan keresahan terhadap perbankan.

Juni, BlackRock Ajukan Minat Investasi di Bitcoin

Sentimen terbaru datang dari minat BlackRock berinvestasi di Bitcoin menjadi tren positif. Inisiatif BlackRock sebagai raksasa manajemen investasi membangkitkan minat mengajukan produk ETF serupa untuk institusi keuangan lainnya, seperti Invesco dan WisdomTree. Hal ini membuat prospek Bitcoin dan kripto lainnya menjadi cerah dengan adanya minat investor institusi.

Tidak berhenti di situ, banjir sentimen positif ini juga terjadi pada waktu yang tepat untuk kripto mengingat isu negatif peraturan antara Binance dan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), inflasi yang diiringi potensi kenaikan suku bunga kembali, dan berbagai permasalahaan makro ekonomi.

Sebelumnya, Invesco yang mengelola aset US$1,4 triliun telah mengajukan aplikasi digital asetnya yang bernama Galaxy Digital. Di sisi lain, SEC menolak aplikasi ETF Bitcoin milik WisdomTree pada tahun 2022.

Insititusi besar yang telah menaruh minatnya pada aset kripto mendorong tingginya tingkat likuiditas sekaligus kepercayaan diri investor retail untuk berinvestasi kripto, meskipun sedang ditengarahi ketidakpastian peraturan di AS.

Juli, XRP (Ripple) Menang Atas SEC

XRP (Ripple) menjadi koin yang sangat mendominasi penguatan kripto secara umum pada Juli 2023. Kemenangan parsial Ripple membuat pertanyaan kunci tidak terselesaikan. Preston Byrne mengatakan kepada CoinDesk TV bahwa pembuat undang-undang perlu membuat “rezim hukum” yang memperhitungkan karakteristik unik aset digital.

Markus Levin, salah satu pendiri XYO Network, mengaitkan lonjakan XRP dengan kegembiraan yang berkelanjutan tentang keputusan pengadilan federal AS minggu lalu, yang menetapkan bahwa penjualan token XRP di bursa dan melalui algoritma bukan merupakan kontrak investasi.

Putusan tersebut telah mendorong sejumlah bursa seperti Coinbase, Kraken, dan Bitstamp untuk mendaftarkan kembali XRP, yang menyebabkan lonjakan investasi, volume perdagangan, dan minat terbuka untuk kontrak berjangka.

Selain itu, data inflasi AS yang terus melandai bahkan di bawah ekspektasi pasar memberikan angin segar bagi industri kripto.

Hasil rilis data inflasi AS yang tumbuh melandai sebesar 3,0℅ secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2023. Angka ini di bawah ekspektasi pasar yang berada di angka 3,1%. Sebagai informasi, laju inflasi Juni juga menjadi yang terendah sejak Maret 2021 di mana inflasi menyentuh 2,6%.

Bila The Fed menilai kondisi perekonomian AS beserta data inflasinya memungkinkan untuk memilih kebijakan dovish, maka risk asset seperti kripto akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelaku pasar.

Oktober, Bulan Bullish Kripto Jadi Uptober di Tengah Isu Persetujuan ETF

Dilansir dari cointelegraph.com, pergerakan kripto khususnya bitcoin yang tiba-tiba melonjak yang memberi perhatian bagi para investor yang mengatakan hal ini sejalan dengan kedatangan “Uptober.”

Di lain sisi, penjual short mengalami nasib sebaliknya. Lonjakan kripto menghasilkan US$70 juta dalam posisi short dilikuidasi dalam waktu singkat.

Sebagai informasi, Uptober adalah istilah kripto untuk bulan Oktober yang biasanya merupakan bulan bullish untuk aksi harga Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Menurut data dari CoinGlass, bulan Oktober hanya menghasilkan keuntungan bulanan negatif sebanyak dua kali sejak tahun 2013.

Salah satu peristiwa yang dinantikan oleh pasar kripto dengan optimis adalah potensi persetujuan produk spot Bitcoin ETF oleh SEC. Namun, sebagian besar analis memperkirakan Januari 2024 adalah tanggal yang paling mungkin untuk pengumuman tersebut.

Lebih lanjut, Kepala bagian hukum Coinbase Paul Grewal telah menyatakan optimisme bahwa SEC akan segera menyetujui dana yang diperdagangkan di bursa Bitcoin (ETF).

Grewal mengatakan kepada CNBC bahwa dia yakin dengan persetujuan ETF Bitcoin AS dari SEC “dalam waktu singkat.”

Penegasan Grewal muncul setelah keputusan pengadilan besar yang menemukan bahwa SEC tidak memiliki alasan untuk menolak perusahaan manajemen aset Grayscale dalam permohonannya untuk mengubah dana GBTC Bitcoin (BTC) menjadi dana yang diperdagangkan di bursa.

November, Changpeng Zhao (CZ) Mengaku Bersalah dan Siap Jalani Sanksi

Dilansir dari newsbtc.com, penurunan BNB menyusul laporan bahwa Binance sedang bersiap untuk menyelesaikan tuntutan pidana dengan Departemen Kehakiman AS (DOJ) melalui denda US$4,3 miliar.

The Wall Street Journal telah mengungkapkan bahwa CEO Binance Changpeng Zhao (CZ), umumnya dikenal sebagai CZ, akan mengaku bersalah karena melanggar persyaratan pidana anti pencucian uang.

Pada saat yang sama, Binance juga akan mengaku bersalah atas tuntutan pidana terkait pelanggaran anti pencucian uang, yang mengakibatkan denda yang signifikan. Selanjutnya, CZ diperkirakan akan mundur sebagai CEO, dengan Richard Teng dianggap sebagai calon penerusnya.

Changpeng Zhao dijadwalkan hadir di hadapan pengadilan federal di Seattle untuk mengajukan pengakuan bersalahnya. Langkah hukum yang penting ini selanjutnya dapat berdampak pada tindakan harga BNB karena investor menilai implikasi dari pengakuan bersalah CZ terkait pelanggaran persyaratan anti pencucian uang.

Binance telah menjadi sasaran berbagai perselisihan peraturan pada tahun 2023. Pertarungan terbaru ini telah memicu reaksi bearish spontan di antara investor kripto yang memperdagangkan BNB, koin asli ekosistem Binance.

Desember, Paus Raksasa Borong Bitcoin

MicroStrategy sebagai perusahaan pemegang bitcoin (BTC) terbesar, menambahkan lebih banyak kepemilikannya pada hari Rabu, membeli 14.620 BTC dengan harga sekitar US$615,7 juta.

Ketua Eksekutif perusahaan, Michael Saylor, mentweet bahwa MicroStrategy membeli bitcoin dengan harga rata-rata US$42.110 per bitcoin.

Sebagai catatan, MicroStrategy mulai membeli bitcoin pada Agustus 2020. Pembelian terbaru perusahaan sebelum hari Rabu terjadi bulan lalu, di mana ia membeli 16.130 BTC, senilai sekitar US$608 juta pada saat itu.

Lebih lanjut, Dilansir dari coingape.com, sentimen yang datang dari SEC kemungkinan akan memberikan lampu hijau kepada sejumlah aplikasi untuk menawarkan ETF Bitcoin spot sebelum 10 Januari 2024 memberikan angin segar bagi industri kripto.

Partner di law firm Cahill Gordon & Reinel, Sam Enzer mengatakan bahwa tempat ETF akhirnya telah tiba, menyatakan bahwa mereka seharusnya sudah disetujui sejak lama.

Dia mengatakan bahwa konsensus berekspektasi ETF Bitcoin kemungkinan besar akan terjadi karena kekalahan SEC terhadap Grayscale dalam gugatan ETF spot Grayscale Bitcoin Trust (GBTC).

Ia pun menilai para hakim mengatakan penolakan SEC sebelumnya terhadap permohonan konversi ke ETF adalah “sewenang-wenang dan berubah-ubah.”

Analis Bloomberg Intelligence Eric Balchunas menginformasikan bahwa pelapor ETF sedang dalam proses menandatangani perjanjian dengan peserta yang berwenang, yang merupakan langkah terakhir menuju persetujuan. https://trukgandeng.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*