Belajar dari Chile, Masalah Kaum ‘Mantab’ RI Jangan Dicuekin!

Jakarta, CNBC Indonesia –¬†Pemerintah kerap melupakan kepentingan kelas menengah di Indonesia. Hal ini pula yang diungkapkan Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri ketika kepentingan kelas menengah tak difasilitasi hingga menyinggung fenomena Chilean Paradox.

“Saya pikir ini isu yang amat besar,” kata Chatib dalam acara Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia, dikutip Sabtu (30/12/2023).

Chatib mulanya menceritakan kondisi sebagian masyarakat Indonesia yang mulai menggunakan tabungannya untuk konsumsi. Dia mengatakan kondisi ini dialami oleh masyarakat kelas menengah ke bawah Indonesia.

Namun, pemerintah saat ini baru mengurus golongan miskin melalui pemberian bantuan sosial. Sementara, kelas menengah yang daya belinya juga turun kurang mendapatkan perhatian.

Chatib menceritakan pada September lalu sempat satu forum dengan mantan Presiden Chile Michelle Bachelet. Michelle bercerita tentang The Chilean Paradox.

Ia bilang meski paradoks itu kecil kemungkinan terjadi di Indonesia, pemerintah tetap patut waspada. “Saya yakin ini tidak akan terjadi di Indonesia segera, tapi kita harus hati-hati,” kata dia.

Komisaris Utama Bank Mandiri ini menjelaskan The Chilean Paradox terjadi ketika kondisi negara itu sedang bagus-bagusnya. Chile merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Amerika Latin. Negara kaya minyak itu juga berhasil menurunkan kemiskinan dari 53% menjadi 6%. “Lebih baik dari Indonesia,” ujar dia.

Meski dengan semua pencapaian itu, pada Oktober 2019 meletus kerusuhan sosial yang hampir berujung pada revolusi. Peristiwa inilah yang kemudian disebut dengan istilah The Chilean Paradox itu.

Kerusuhan tersebut dimotori oleh kelas menengah Chile yang merasa tidak puas dengan pemerintahan. Chatib mengatakan kebijakan-kebijakan pemerintah Chile saat itu memang terlalu fokus kepada 10% masyarakat terbawah. Sementara, kebutuhan kelas menengah terhadap pendidikan yang bagus dan fasilitas umum yang layak kurang mendapatkan perhatian.

“Sebagian policy-nya itu fokus pada sepuluh persen ke bawah,” kata dia.

Chatib mengatakan pemerintah Indonesia harus belajar dari peristiwa ini. Dia bilang dalam beberapa tahun ke depan kelas menengah akan mendominasi penduduk Indonesia. Kalangan ini tidak membutuhkan bantuan sosial atau uang tunai, namun lebih kepada fasilitas umum yang baik.

“Mereka akan butuh lebih pada kualitas pendidikan yang baik, sarana transportasi yang lebih baik. Ini yang akan menjadi isu political economy ke depan,” kata dia.

“Saya ga akan terkejut kalau 10 tahun lagi orang bisa terpilih jadi presiden kalau dia bisa menyelesaikan masalah sampah, parkir dan fasilitas umum karena urbanisasi yang terjadi,” lanjutnya. https://tehmasnisdingin.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*